BI: Pengaruh Brexit Tak Signifikan

Rimanews – Bank Indonesia menilai bahwa dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa ( Brexit ) tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. “Secara umum kita yakini ini adalah sifatnya temporer,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo pada Jumat (24/06/2016). Baca Juga Politisi Uni Eropa Desak Negosiasi Penerimaan Turki Dibekukan Presiden Targetkan Investasi Rp 670 Triliun di 2017 DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Agus mengklaim dampak Brexit ke Indonesia hanya sementara karena kondisi fundamental ekonomi domestik terus membaik. Hal itu akan mempertahankan kepercayaan pelaku pasar. Saat ini, rupiah terdepresiasi sebesar 1 persen pada Jumat pagi, dari RpRp13.260 menjadi Rp13.400 per dolar AS. Ditambah lagi, lanjut Agus, kondisi inflasi yang terjaga dengan 0,56 persen di minggu ketiga Juni, dan juga defisit neraca transkasi berjalan yang diperkirakan secara umum berada di 2,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Dana masuk hingga pekan ketiga Juni, tercatat Rp70 triliun, atau terlipatgandakan dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp30 triliun,” katanya. BI memiliki kajian, dengan adanya Brexit ini, tekanan akan membayangi perekonomian Inggris. Bahkan, pada 2030, jika dampak Brexit tidak dapat diantisipasi, pertumbuhan ekonomi Inggris, diperkirakan BI bisa turun menjadi 7 persen. “Indonesia perlu terus menjaga dampak dari Brexit itu,” ujarnya Namun, kata Agus, saat ini, perdagangan Indonesia tidak akan terkenda dampak yang signifikan dari hasil refrendum Brexit, karena nilai perdagangan antara Indonesia dan Inggris yang tidak begitu besar. Agus mengatakan ke depannya, proses politik keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih akan beranjut. Inggris harus mengajukan permintaan secara resmi untuk keluar dari UE sesuai dengan perjanjian UE ( EU Treaty ). Dalam permintaan itu, kata Agus, akan terjadi negoisasi, yang juga menyangkut kepentingan ekonomi, seperti misalnya negoisasi soal tarif perdagangan dari atau menuju ke Inggris. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bank Indonesia , UNI Eropa , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews