Dua Kota di Brasil yang Menyedot Perhatian Saat Piala Dunia

Pengeluaran Togel Hongkong VIVAbola – Perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil tinggal hitungan bulan. Sejumlah kota yang menjadi venue Piala Dunia mulai mempercantik diri menyambut hajatan akbar sepakbola empat tahunan itu. Ada dua kota paling menyedot perhatian turis asing dari berbagai belahan penjuru dunia, selain Ibukota Rio De Janeiro. Dua kota tersebut memiliki ciri khas masing-masing yang mewakili Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia. Tidak heran, bila kota itu menjanjikan pengalaman berharga bagi para wisatawan yang mengunjunginya. Berikut dua kota menarik di Brasil versi NewsOK : 1. Manaus Kota ini merupakan paru-paru dunia karena letaknya berdekatan dengan hutan Amazon. Manaus menawarkan pengetahuan lebih tentang alam. Di kota ini, turis bisa menemukan kupu-kupu terbesar di dunia sebesar kepalan tangan orang dewasa. Termasuk hewan langka lainnya seperti kodok beracun yang hanya hidup di hutan Amazon. Sebagai kota yang berdampingan langsung dengan alam, wabah malaria ditemukan pertama kali di Manaus. Laporan itu disampaikan Center for Disease Control (lembaga penanggulan penyakit dunia). Belakangan, dari hasil penelitian diketahui, nyamuk justru sulit berkembang di Manaus karena larvanya tidak dapat bertahan di air yang mengandung zat asam. Air dengan kandungan zat asam mudah ditemui di Manaus. Meski demikian, Manaus tetap menjadi destinasi para turis asing dari penjuru dunia. Toko perlengkapan di kota ini menjual beragam benda-benda tidak lazim seperti jaring berukuran mantel untuk menangkap ikan sebesar kucing di sungai Amazon. Toko suvenir setempat juga menjual Ikan Piranha yang diawetkan untuk dijadikan pajangan. Perjalanan wisata ke Manaus tidak lengkap tanpa mengunjungi gedung teater opera house warisan penjajahan Portugis. Gedung berarsitektur Renaissance dibangun pada 1884 dan dibuka pada 31 Desember 1896. Sayang, banyak cerita miring menyangkut Manaus jelang perhelatan Piala Dunia. Manaus dicap sebagai kota paling berbahaya di Piala Dunia. Kota seluas 11,401 km2 itu berada dalam peringkat 11 kota berbahaya di dunia. Lebih dari itu, iklim tropis di Manaus mendatangkan keluhan dari peserta dari negara Eropa. Dari data kependudukan setempat, tahun ini telah terjadi 600 kasus pembunuhan di kota yang luasnya hanya empat kali London itu. “Manaus kota besar dengan masalah perkotaan yang besar pula,” kata Miguel Capobiango Neto, pengawas persiapan Piala Dunia untuk negara bagian Amazonas. Porto Alegre Sebagai kiblat sepakbola dunia, muncul anggapan, sepakbola bukan olahraga di Brasil, tetapi agama. Sebuah kota di pesisir Brasil, Porto Alegre menggambarkan secara nyata sepakbola dan agama berjalan berdampingan. Di Porto Alegre terdapat dua tim besar Gremio dan Internacional. Persaingan kedua kubu di Porto Alegre telah mendarah daging. Sengitnya gesekan bahkan membuat sponsor terkena imbasnya. Ketika minuman ringan Coca-Cola mensponsori liga Brasil , Gremio menolak mencantumkan warna merah di kaos mereka karena warna tersebut identik dengan Internacional. “(Porto Alegre) satu-satunya tempat di dunia di mana Coca-Cola tidak berwarna merah,” kata wakil Presiden Internacional, Diana de Oliveira dikutip dari NewsOK. Walikota setempat, Jose Fortunati mengungkap fakta, pasangan suami-istri yang mendukung Gremio dan Internacional selalu bertengkar hebat bila salah satu dari kedua tim mengalami kekalahan. Meski demikian, Porto Alegre ternyata menjadi magnet wisata religi. Porto Alegre menjadi kota yang nyaman untuk beribadah. Di kota seluas 496.827 km2 itu berdiri sebuah Gereja Katedral Porto Alegre Catholic. Di kota tersebut juga berdiri Porto Alegre Brasil temple sebagai tempat ibadah aliran Kristen di Brasil yang memiliki jumlah pengikut terbanyak. Tempat itu dibangun pada 2000. (umi)

Sumber: VivaNews